Wednesday, June 09, 2010

Jelang pembukaan, keamanan makin diperketat

Pembukaan Piala Dunia sudah demikian dekat, hanya hitungan jam. Panitia masih ketar ketir dengan masalah keamanan. Ya keamanan adalah tantangan terbesar selama kejuaraan Piala Dunia 2010. Afsel, tentu saja, tak mau kecolongan untuk masalah yang satu ini. Konon lagi, sejauh ini, stereotip negeri tidak aman dengan tingkat kriminalitas tinggi di dunia masih melekat kuat. Catat saja, sedikitnya 50 orang meninggal dunia akibat kasus pembunuhan dan perampokan.
Kejadian mutakhir adalah kerusuhan berdarah yang terjadi saat pertandingan persahabatan antara Nigeria melawan Korea Utara akhir pekan lalu. Pihak keamanan mulai gerah. Tak mau kecolongan lagi, mereka mulai mengerahkan seluruh aspek keamanan. Mulai dari intensitas penggunaan anjing pelacak, gas air mata, water canon hingga penggunaan helikopter.
“Laga pembuka Jumat(11/6) nanti adalah pertaruhan akan kesiapan tim keamanan,” ujar Sally de Beer, Jubir Kepolisian Afsel serius. Bahkan teknologi komunikasi dan informasi militer canggih bakal dikerahkan.
Saat ini sedikitnya ada 40 helikopter yang telah disiagakan dan melibatkan 41 ribu tim keamanan terlatih. Saking seriusnya masalah keamanan, Afsel menggelontorkan dana sekitar 665 juta rand (sekitar 790 milyar rupiah). Dana sebesar itu untuk pengadaan peralatan keamanan termasuk didalam sistem kontrol otomatis, training, pesawat udara kecil, helikompter, 10 water cannon, 100 mobil patroli dan pengadaan seragam anti peluru.
Tak hanya itu, sekitar 300 kamera bergerak sejenis CCTV juga bakal digunakan. Pekan lalu, sistem keamanan yang diberi nama Africa's Advanced Passenger Processing (APP) telah sukses diujicoba di Johannesburg. Sistem ini dipakai pertamakali di bandara internasional OR Tambo, Johannesburg untuk mendeteksi para berandal atau hooligan.
Usaha jasa keamaman bermunculan
Disisi lain, menariknya, kini malah muncul bisnis jasa keamanan khusus selama perhelatan Piala Dunia. Rupanya pihak perusahan keamanan swasta melihat itu sebagai peluang besar.
“Bisnis keamanan pribadi sangat menggiurkan dan masih terbuka banyak kesempatan kerja. Selama turnamen nanti paling sedikit dibutuhkan 5000 pengawal pribadi, yakni untuk orang-orang khusus. Kami saat ini memperkerjakan sekitar 1000 orang. Sebagian besar sudah dipesan jauh-jauh hari untuk kebutuhan selama Piala Dunia,” ungkap Andre Viljoen, Direktur SA Bodyduard, sebuah perusahaan jasa keamanan yang sudah 17 tahun berpengalaman menangani masalah keamanan. Pengguna jasa pribadi musti merogoh kocek mereka sekitar 350 euro (sekitar 4 juta rupiah) per hari.
Disamping memasok bodyguard (pengawal-red) bagi kalangan personal, perusahaan itu juga menerima pesanan untuk tim peserta kejuaraan. Namun sejauh ini belum diketahui tim mana saja yang menggunakan jasa perusahaan yang bermarkas di Graskop, Nelspruit.
Namun, kebanyakan negara peserta membawa sendiri tim keamanan dari negerinya. Misalnya tim Panser Jerman, mereka menyertakan 20 orang bodyguard yang khusus didatangkan dari negerinya. Bahkan kabarnya timnas Jerman telah menerima anjuran perusahaan keamanan agar para pemain mengenakan jaket anti peluru setiap keluar dari hotel. Baru-baru ini sebuah perusahaan jasa keamanan Inggris memasarkan jaket khusus yang anti tusukan, yang dijual untuk fans sepakbola. Sekilas hal itu sudah terlalu berlebihan. Namun, tentu saja tiap tim punya kebijakan khusus demi menjaga kenyamanan pemain mereka selama turnamen di benua hitam itu. Semoga saja kekhawatiran berlebihan itu tidak terbukti. (zulkarnain jalil)

No comments: