Thursday, June 24, 2010

Negara tetangga pun kecipratan rezeki

Sektor pariwisata diprediksi menangguk untung besar dari pagelaran Piala Dunia ini. Tak hanya Afsel, negara tetangga negeri pelangi itu juga mendapat berkah selama Piala Dunia. Alhasil, negara-negara tetangga itu pun bersolek secantik-cantiknya guna memikat para turis mancanegara yang berkunjung ke Afsel. Diperkirakan, selepas turnamen empat tahunan itu, maka tetangga Afsel tersebut bakal menerima limpahan ratusan ribu turis mancanegara.

Seperti dikutip Buanews, negara tetangga itu yakni Angola, Botswana, Lesotho, Mozambik, Namibia, Swaziland, Zambia dan Zimbabwe memanfaatkan even Piala Dunia, yang entah kapan bakal digelar lagi di tanah Afrika, untuk menambah pundi-pundi devisa negaranya. Botswana misalnya, menonjolkan kelebihan taman dan hutan, Mozambik dengan lautnya, Swaziland dengan pegunungan berbukit nan curam. Lalu ada arung jeram di Zambia. Sangat cocok bagi petualang.

Kedelapan negara jiran itu pun menjalin kerjasama dan membentuk secara kolektif dengan apa yang dinamakan Transfrontier Conservation Areas (TFCAs) atau kawasan konservasi antar perbatasan. Rute TFCA ini menawarkan sejumlah lokasi yang bakal tak terlupakan. Melintasi dua samudra besar, untaian panorama yang indah dihiasi aliran sungai, pegunungan hijau dengan beraneka macam keaneragaman hayatinya plus jurang dalam menganga. Semua rute itu dilintasi mengunakan kereta api yang menghubungkan kedelapan negara tersebut dengan Afsel.

Beberapa bentuk kerjasama yang telah dijalin oleh para petinggi disana antara lain peremajaan fasilitas akomodasi dan penginapan, lalu dana stimulus atau peng repe tiap negara juga masuk dalam kerangka kerjasama. Misalnya, Mozambik mengeluarkan sejumlah 51 juta dolar untuk merehab jalur kereta api dari dan ke Afsel untuk memperlancar jaringan kereta api antar negara. Mozambik juga telah menginvestasikan sekitar 600 juta dolar untuk membangun hotel baru, kasino dan fasilitas wisata lainnya.
Yang fenomenal adalah kerjasama dibidang IT dengan terbangunnya jaringan terpadu Africa’s Development Information and Communications Technology Broadband Infrastructure Net (Uhurunet). Investasi jaringan kabel bawah laut sebesar 2 milyar dolar itu menghubungan Afrika dengan India, Timur Tengah, Eropa dan Brazil. Kabel sepanjang 50.000 km itu tentu saja mampu mereduksi biaya telekomunikasi di Afrika. Selama perhelatan Piala Dunia 2010 ini jaringan tersebut telah beroperasi.


Lokasi wisata di-booking
Menariknya, Taman Nasional Zimbabwe yang terhubung dengan 11 negara Afrika lainnya, bahkan kabarnya telah di-booking oleh para turis jauh-jauh hari sebelum Piala Dunia. Emmanuel Fundira, Ketua Badan Pariwisata Nasional Zimbabwe, menyebut lokasi yang banyak diminati adalah taman hutan tropis terkenal Mana Pools. Lalu, air terjun Victoria Falls yang memiliki lebar sejauh 1,7 km dan dikelilingi oleh sungai Zambezi itu juga banyak diincar para turis. Di lokasi air terjun telah pula didirikan bungalow-bungalow kecil, sekilas mirip arena perkemahan. Selain itu, tentu saja taman safari Zimbabwe yang menawarkan aneka satwa liar.


"Selepas turnamen bola di Afsel, kami yakin akan menerima limpahan ribuan turis. Ini dibuktikan oleh banyaknya lokasi wisata yang telah dipesan sejak sebulan lalu. Apalagi kini telah ada penerbangan langsung dari Afsel," kata Fundira seperti dikutip situs Great Indaba.


Sementara itu Mozambik baru saja menerapkan aturan baru soal visa. Dengan visa masuk Mozambik, maka para turis sudah dapat mengunjungi enam negara Afrika tetangga lainnya tanpa harus mengurus visa baru.
"Orang Eropa dan Amerika banyak yang tidak tahu tentang Mozambik. Karena itu, dengan adanya Piala Dunia Juni-Juli ini kami sangat terbantu. Saya kira Mozambik akan jadi salah satu tujuan wisata selepas Piala Dunia," kata Muhammad Juma, seorang pelaku usaha pariwisata di Maputo, ibukota Mozambik yakin.

Halnya negara Swaziland, tahun lalu mampu menarik sekitar 1,3 juta turis mancanegara. Naik 13,3 persen dari tahun 2008. Tahun ini tentu saja bakal naik lagi. Seperti negara lainnya, taman safari dengan segala jenis satwa liar dan langka bakal jadi andalan. "Kami sudah siap. Hanya saja, di tempat kami, hewan ternak masih sering berkeliaran di jalanan. Ini yang bikin pusing. Mudah-mudahan segera ada solusinya," kata Eric Mazeko, ketua otoritas pariwisata setempat.

Sementara Zambia , negara itu menawarkan lokasi arung jeram karena memiliki sungai-sungai berarus deras. Menikmati panorama dari udara menggunakan helikopter juga salah satu tawaran menarik lainya. Begitulah, istilah dimana ada gula disitu ada semut tampaknya mengena untuk Piala Dunia Afsel.

No comments: