Monday, June 06, 2022

USK Buka Prodi Magister (S2) Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) • Konsorsium 11 universitas di Eropa dan Asia Pada semester ganjil tahun ajaran 2021/2022, Universitas Syiah Kuala (USK) telah membuka program studi baru yakni Program Magister (S2) Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) di Jurusan Informatika, Fakultas MIPA, USK. Prodi S2 ini didirikan dari hasil kerjasama USK dengan mitra konsorsium Program Erasmus+ Capacity Building yang terdiri dari 11 universitas di Eropa dan Asia yaitu: Asian Institute of Technology (AIT) Bangkok, Leiden University Belanda, University of Minho (UMI), Athens University of Economics and Business (AUEB) Yunani, University of Sri Jayewardenepura (USJP) Srilanka, University of Peradeniya (UoP) Srilanka, Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Sumatera Utara (USU), Institut Teknologi Bandung (ITB), Khon Kaen University (KKU) Thailand, dan Walailak University Thailand. Konsorsium ini bekerjasama dalam mengembangkan kurikulum. Keputusan pembukaan prodi baru itu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 283/E/O/2021 tanggal 25 Juni 2021. Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng menyambut baik hadirnya Prodi S2 Kecerdasan Buatan tersebut seraya mengungkapkan bahwa perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) sekarang ini telah mengakibatkan kebutuhan ahli dalam bidang AI jauh melebihi ketersediaannya. Prof Samsul menyebutkan, karir dalam bidang AI sangat menjanjikan dan memiliki potensi yang sangat besar untuk berkontribusi secara positif dalam berbagai bidang. Selain itu, Prodi S2 Kecerdasan Buatan masih sangat sedikit di Indonesia. “Ini merupakan suatu prestasi bagi USK karena mampu melahirkan Program Studi S2 Kecerdasan Buatan yang sangat kekinian”, ujar Rektor USK. Sementara itu Dekan FMIPA, Dr. Teuku Mohammad Iqbalsyah, M.Sc meyakini Prodi S2 ini akan menghasilkan lulusan yang berkompeten dan berkontribusi nyata dalam berbagai bidang dengan melibatkan kecerdasan buatan didalamnya. “Karena kurikulum prodi ini disusun secara bersama-sama dalam sebuah konsorsium 11 universitas Eropa dan Asia”, ujar Iqbalsyah. Masa pendaftaran telah dibuka sejak 29 Juli lalu dan akan ditutup pada 15 Agustus 2021. Informasi lengkap dapat dilihat di http://informatika.unsyiah.ac.id/webinf/penerimaan-calon-mahasiswa-program-studi-s2-kecerdasan-buatan/ Prof. Dr. Taufik Fuadi Abidin, S.Si., M.Tech, salah satu staf pengajar pada prodi S2 ini, menjelaskan bahwa mahasiswa S2 nantinya akan belajar tentang konsep kecerdasaan buatan, machine learning, dan deep learning, selain konsep-konsep tentang analisa jejaring sosial, lingkuistik komputasi, dan sistem terdistribusi. Saat ini Prodi S2 Kecerdasan Buatan USK telah memiliki sebuah server GPU 4x NVIDIA PNY GeForce RTX 2080TI, bantuan dari Program Erasmus+. Server GPU tersebut diadakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan penelitian mahasiswa S2 Kecerdasan Buatan yang sangat membutuhkan infrastruktur pendukung dengan kecepatan dan komputasi tinggi, misalnya dalam mereka membangun model klasifikasi berbasis Convolution Neural Network.

Monday, March 11, 2013

Unsyiah Tuan Rumah KKN Kebangsaan 2013 Wednesday, 06 Mar 2013 http://fmipa.unsyiah.ac.id/new/unsyiah-tuan-rumah-kkn-kebangsaan-2013-new/ Universitas Syiah Kuala yang tergabung dalam Badan Kerja Sama (BKS) PTN wilayah Barat bersama 20 Perguruan Tinggi Negeri lainnya ditunjuk sebagai tuan rumah KKN bersama tahun 2013. Keputusan itu diketahui pasca pertemuan tahunan BKS PTN yang berakhir Jumat (1/3) pekan lalu di Universitas Sumatera Utara (USU) Medan. Dalam forum tersebut dilakukan juga evaluasi terhadap pelaksanaan KKN bersama tahun 2012 lalu yang berlangsung di Bengkulu. Forum sepakat bahwa KKN bersama sangat bermanfaat dalam membangun rasa kebangsaan mahasiswa peserta KKN. Ketua Bapel KKN Unsyiah Dr. Mustanir, M.Sc yang ikut dalam pertemuan itu, menyebutkan bahwa KKN tersebut nantinya diperkirakan akan diikuti oleh sekitar 2000 mahasiswa dari 20 PTN wilayah barat dan bakal ditempatkan di 8 kecamatan yang ada di Aceh Besar. Waktu pelaksanaannya 24 Juni – 25 Juli 2013. KKN yang selanjutnya diberi nama KKN kebangsaan itu, lanjut Mustanir, nantinya diharapkan dapat menjadi ajang pertukaran budaya (cross cultural) antar anak bangsa. Disamping itu, mereka diharapkan dapat mengimplementasikan ilmunya dalam masyarakat. KKN bersama ini sebelumnya diadakan di Universitas Andalas, Padang (2011) dan Universitas Bengkulu (2012). “Khusus untuk Aceh, ini adalah kesempatan yang baik untuk menunjukkan kepada mahasiswa luar bahwa kita adalah bangsa yang santun, ramah dan berbudaya. Sekaligus untuk memupus anggapan bahwa Aceh masih belum aman,” pungkas Mustanir.

Sunday, June 10, 2012

Samadi Ketua Alumni Jerman Cabang Aceh DR Samadi MSc terpilih sebagai Ketua Umum Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ) Cabang Aceh Periode 2012-2015. Kepastian itu diperoleh setelah Samadi meraih suara bulat alias terpilih secara aklamasi dalam Kongres II PAJ yang berlangsung di ruang serbaguna Gedung Laboratorium Penelitian Terpadu Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) di Darussalam, Banda Aceh, Sabtu (11/2) siang. Kongres yang diikuti sekitar 82 anggota PAJ Aceh itu berlangsung secara demokratis dan penuh kekeluargaan. Samadi yang merupakan alumni Universitas Goettingen, Jerman mengaku terharu dengan dukungan yang diberikan oleh peserta kongres tersebut. Dalam sambutannya, pasca terpilih, Samadi mengungkapkan akan berupaya menghimpun dan memetakan aneka potensi yang dimiliki para alumni Jerman yang ada di Aceh dalam rangka menggali dan meningkatkan potensi sumber daya alam lokal bagi kesejahteraan masyarakat Aceh pada khususnya. Sementara itu Dr Hizir, Ketua Umum PAJ periode sebelumnya, dalam laporan pertanggungjawabannya menyampaikan beberapa program-program yang telah dan sedang dijalankan saat ini. Hizir (saat ini menjabat Dekan FMIPA Unsyiah-red) mengharapkan agar seluruh alumni Jerman bersatu padu dan bekerjasama dalam mendukung program-program kerja ketua umum yang baru terpilih. Harapan lainnya, agar pengurus baru dapat melanjutkan dan merumuskan program-program kreatif dan strategis yang mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah. Direncanakan dalam waktu dekat akan dilakukan pelantikan pengurus baru periode 2012-2015 yang diselaraskan dengan sebuah seminar dan pameran pendidikan internasional. Acara dimaksud bakal dihadiri oleh Ketua PAJ pusat Dr.-Ing Ilham Akbar Habibie dan akan menghadirkan beberapa pembicara kunci dari beberapa universitas terkemuka di Jerman. Pada acara kongres kemarin, tampak hadir Prof. Dr. Syamsul Rizal (Direktur Pascasarjana Unsyiah), Dr. M. Hambal (Dekan FKH Unsyiah), Dr. Komala Pontas (Penasehat PAJ), Dr. Gunawan Adnan (Penasehat PAJ Aceh), Dr. Zulkarnain Jalil (Humas Jaroe Eropa), dan beberapa tamu penting lainnya.
FMIPA Unsyiah Gelar Nobar EURO 2012 Pagelaran EURO 2012 telah bergulir. Khususnya di Aceh, biasanya para pecinta bola akan memenuhi warkop untuk memenuhi hasrat nonton bola. Namun kalangan kampus tak mau ketinggalan. Fakultas MIPA Unsyiah menggelar sebuah kegiatan yang tak biasa, yakni nonton bareng EURO 2012. Acara nobar itu digelar pada Sabtu (9/6) malam kemarin bertempat di Aula fakultas yang mementaskan pertandingan antara Belanda-Denmark dan Jerman-Portugal. Diantara para penonton, yang didominasi oleh pegawai administrasi itu, terlihat hadir Dekan FMIPA Dr Hizir Sofyan ditemani beberapa orang dosen. Dr Hizir yang merupakan alumni Jerman, dikenal sebagai pecinta bola sejati. Buktinya, Hizir ikut begadang bersama para stafnya hingga pertandingan usai. Kegiatan bertajuk Silaturrahmi dan Sambung Jalo FMIPA bertujuan untuk memperkuat tali silaturrahmi antara staf pengajar, administrasi hingga para mahasiswa. Dilengkapi dengan fasilitas layar lebar plus makanan kecil dan kopi Aceh, acara nobar berlangsung semarak. Direncanakan, acara nobar FMIPA itu akan digelar tiap akhir pekan. Khususnya pada malam final kegiatan nobar akan digelar sejak sore hari dan terbuka untuk para mahasiswa.
Indonesia, Lepaskan Ketergantunganmu Kepada BBM Oleh: Widjajono Partowidagdo Indonesia memproduksi minyak sebesar 329 juta barel, mengekspor minyak mentah sebesar 132 juta barel, mengimpor minyak mentah sebesar 99 juta barel dan Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar 182 juta barel pada tahun 2011 (Sumber ESDM 2012) dan mengkonsumsi BBM 479 juta barel. Terdapat defisit sebesar 150 juta barel per tahun. Cadangan terbukti minyak kita hanya 3,7 milyar barel atau 0,3 % cadangan terbukti dunia. Sebagai Negara net importer minyak dan yang tidak memiliki cadangan terbukti minyak yang banyak, kita tidak bijaksana apabila mengikuti harga BBM murah di Negara-negara yang cadangan minyaknya melimpah. Negara2 Amerika Latin yang anti Neolib seperti Brasil, Argentina dan Chili BBM nya tidak disubsidi, akibatnya BBN (Bahan Bakar Nabati) dan Industri Nasional (mobil, pesawat, senjata dan pertanian) nya berkembang. Bahkan Brasil sekarang menjadi Negara Idola disamping Rusia, India, Cina dan Korea (BRICK). Brasil bahkan sudah menguasai Teknologi Migas Lepas Pantai disamping Cadangan dan produksi minyaknya meningkat pesat, Petrobras adalah Perusahaan Migas terpandang di Dunia. Di India dan Pakistan maupun Cina dan Vietnam (Komunis) tidak ada subsidi BBM tetapi transportasi umum disubsidi sehingga nyaman dan Industri Nasionalnya meningkat pesat. Cina menggunakan gas dan listrik untuk transporasi umum dan sepeda motor menggunakan listrik. BBM murah hanya diterapkan di negara-negara yang cadangan minyaknya melimpah seperti Arab Saudi, Irak, Lybia dan Venezuela. Bahkan harga bensin di Iran ($ 0,67/l) yang cadangan minyaknya 138 milyar barel lebih mahal dari di Indonesia sekarang ( $ 0,59/l) yang cadangan minyaknya hanya 3,7 milyar barel karena mereka mengutamakan gas untuk transportasi, rumah tangga dan listrik. Iran mempunyai cadangan terbukti gas nomor dua di dunia yaitu 982 TCF, sesudah Rusia. Sedangkan cadangan terbukti gas Indonesia adalah 112 TCF. Indonesia adalah Negara yang tidak kaya minyak. Kita lebih banyak memiliki energi lain seperti batubara, gas, CBM (Coal Bed Methane), shale gas, panas bumi, air, BBN (Bahan Bakar Nabati) dan sebagainya. Harga BBM (Bahan Bakar Minyak) menyebabkan terkurasnya dana Pemerintah untuk subsidi harga BBM, ketergantungan kita kepada BBM yang berkelanjutan serta kepada impor minyak dan BBM yang makin lama makin besar serta makin sulitnya energi lain berkembang. Tahun 2011 Indonesia memproduksi minyak 900 ribu B/D (barel per hari), gas 1,5 juta B/D (ekivalen minyak) dan batubara 3,4 juta B/D. Indonesia mengekspor gas 797 ribu B/D dan batubara 2,4 juta B/D. Cadangan terbukti gas lima kali cadangan terbukti minyak dan cadangan terbukti batubara sepuluh kali. Akibat terobosan teknologi di CBM (gas di lapisan batubara dengan dewatering atau memproduksikan air lebih dulu) dan di shale gas (gas yang tertinggal di batuan induk dengan fracturing atau merekahnya) menyebabkan Amerika Serikat kebanjiran gas. Apabila Indonesia menerapkan teknologi tersebut maka akan mempunyai kesempatan yang sama. Batubara juga bisa diubah menjadi gas dan cairan. Biaya listrik di Sumatera Selatan Rp 800/kWh karena memakai gas dan batubara sedangkan di Sumatera Utara Rp 3.500/kWh karena memakai BBM. Potensi panasbumi Indonesia terbesar di dunia yaitu 29 GW, potensi airnya 76 GW dan potensi biomass 50 GW. Sulawesi selatan mempunyai danau Poso dengan potensi 900 MW yang kalau dikembangkan membutuhkan biaya Rp 800/kWh, tetapi saat ini 90 MW pembangkit listriknya sebagian besar memakai BBM dengan biaya Rp 3.500/kWh. Seharusnya, sedapat mungkin kita tidak menggunakan BBM untuk listrik. Dulu waktu harga BBM Rp 6.000/ l sudah banyak yang berpindah ke busway dan transportasi umum. Begitu harga BBM Rp 4.500/l maka kembali naik kendaraan pribadi lagi. Orang tidak menghemat energi tetapi menghemat uang. Orang yang mau naik kendaraan umum layak disebut Pahlawan karena menghemat dana Pemerintah, energi dan polusi. Program konversi minyak tanah ke BBG berhasil karena subsidi minyak tanah dihilangkan. Program jarak pagar dan konversi premium ke BBG belum berhasil karena premium harganya Rp 4.500/l. Kalau seseorang menyikapi kenaikan harga BBM dengan arif maka pengeluarannya justru berkurang kalau di hari-hari kerja dia menggunakan transportasi umum dan hanya menggunakan mobil pribadi di akhir pekan atau silaturahmi. Medco memberi converter kit untuk CNG (Compressed Natural Gas) yang harga CNGnya Rp 4.100/l untuk stafnya dan menyediakan bus kantor untuk pegawainya. Kalau kebanyakan perusahaan berperilaku seperti Medco maka Jakarta tidak macet. Daerah luar Jawa penghasil Migas bisa beralih ke BBG lebih cepat. Naiknya harga BBM justru akan menyebabkan energi lain yaitu batubara, gas, panasbumi, air dan biofuel banyak dibutuhkan dan diproduksikan yang akan memberikan lapangan kerja, penghasilan dan pertumbuhan ekonomi serta berkembangnya daerah-daerah terutama di luar Jawa. Minggu 11 Maret 2012 Wakil Menteri Pertanian dan penulis mengunjungi Pesantren Sunan Drajat di Lamongan dan melihat pengembangan Kemiri Sunan disana. Kemiri Sunan ini disamping baik untuk penghijauan sehingga mencegah bajir dan tanah longsor juga buahnya bisa dibuat biodiesel yang dapat menjadikan suatu desa disamping asri juga mandiri energi. Pesantren mempunyai jaringan di seluruh Indonesia dan menurut informasi jumlahnya sekitar 20.000 di Indonesia. Ketergantungan yang berlebihan terhadap minyak dan luar negeri adalah ketidakmandirian. Tidak menggunakan energi yang kita miliki secara optimal adalah tidak bijaksana. Mengkonsumsi barang yang mahal tetapi tidak mengkonsumsi barang murah yang kita miliki adalah kebodohan. Cara meminimalkan subsidi BBM untuk transportasi dan listrik adalah dengan sesedikit mungkin memakai BBM. Akibatnya, Indonesia mempunyai dana lebih banyak untuk membuat Indonesia lebih cepat menjadi Negara Terpandang di Dunia. Dengan mengurangi ketergantungan kepada BBM maka Insya Allah Indonesia menjadi lebih baik. =========
DATA STATISTIK JELANG FINAL LIGA CHAMPIONS Taufik Iskandar Dosen FMIPA Unsyiah, peminat bola dan pernah bermukim di Hamburg, Jerman Final Liga Champion kali ini mempertemukan Bayern Muenchen dan Chelsea, dimana kedua klub ini di semifinal menyingkirkan favorit kuat untuk melaju ke final yaitu dua klub asal Spanyol Real Madrid dan Barcelona. Muenchen mengalahkan Madrid melalui adu penalti (3-1) setelah bermain dua kali dalam waktu normal dengan skor agregat 3-3. Sedangkan Chelsea mengandaskan Barcelona dengan skor agregat 3-2. Ada sisi menarik yang patut disimak jelang laga ini dihelat pada 19 Mei mendatang. Pertemuan Bayern Muenchen dengan Chelsea yang berlangsung di Allianz Areana -kandang Muenchen- sangat menarik untuk dicermati, terutama terkait pertemuan antara klub asal Jerman dan Inggris. Pertemuan kedua kesebelasan baik di level timnas maupun klub selalu sangat menarik untuk disaksikan. Untuk final Liga Champions pertemuan dua klub dari Jerman dan Inggris telah terjadi 5 kali, yaitu di tahun 1975 (Bayern Muenchen mengalahkan Leeds United dengan skor 2-0). Kemudian, tahun 1977 Liverpool mengalahkan Borussia Moenchengladbach dengan skor 3-1. Selanjutnya tahun 1980 Nottingham Forest mengalahkan Hamburg SV dengan skor 1-0. Tahun 1982 Aston Villa mengalahkan Bayern Muenchen dengan skor 1-0 dan yang terakhir 1999 Manchester United mengalahkan Bayern Muenchen dengan skor 2-1 dengan sangat dramatis. Secara total klub Jerman masih kalah 1-4 dari klub Inggris pada pertandingan di final Liga Champions. Begitu juga dengan Bayern Muenchen masih kalah 1-2 pada pertandingan di final liga champions dengan klub yang berasal dari Inggris. Sedangkan rekor Chelsea bertemu dengan klub Jerman pada final kejuaran klub tingkat Eropa hanya terjadi pada final piala Winners tahun 1998. Dimana Chelsea berhasil mengalahkan VFB Stuttgat dengan skor 1-0. Untuk rekor kedua klub di kejuaraan tingkat Eropa yaitu Liga Champion, Piala Winners dan Piala UEFA, prestasi Bayern Muenchen masih di atas Chelsea. Dimana Bayern Muenchen pernah memenangi Liga Champions sebanyak 4 kali yaitu tahun 1974,1975, 1976 dan 2001. Merebut Piala Winners pada tahun 1967 dan Piala UEFA pada tahun 1996. Sedangkan Chelsea hanya memenangkan Piala Winners pada tahun 1971 dan 1998. Sedangkan pertemuan kedua klub pada Liga Champions terjadi hanya sekali pada tahun 2005, kala itu Chelsea unggul agregat 6-5. Momen kebangkitan masa lalu Hal menarik lain yang dapat kita amati dari final kali ini antara dua klub asal Inggris dan Jerman adalah momen kebangkitan masa lalu. Setelah masing-masing mengalahkan favorit juara di semifinal (Madrid dan Barca), siapapun yang juara baik Bayern Muenchen maupun Chelsea diharapkan mampu untuk meneruskan tradisi juara seperti masa lalu. Tradisi masa lalu yang seperti apa? Seperti diketahui rentang waktu 1974 hingga 1984 juara Piala Champion selalu berasal dari klub Inggris atau Jerman. Simak catatan berikut. Tahun 1974-1976 juara Piala Champions adalah Bayern Muenchen. 1977-1978 dikuasai Liverpool. Tahun 1979-1980 jawaranya Nottingham Forest. Tahun 1981 kembali Liverpool menjuarai Piala Champios untuk ketiga kalinya. Tahun 1982 dinikmati oleh Aston Villa, sedangkan untuk tahun 1983 dijuarai oleh Hamburg dan tahun 1984 kembali Liverpool merebut Piala Champions. Menariknya, pelatih dari masing-masing klub juga sudah pernah merasakan tampil di final sebagai pemain pada kejuaraan klub tingkat Eropa. Jupp Heynckes ikut mengantarkan Borussia Moenchengladbach menjuarai piala UEFA tahun 1975 dengan mengalahkan Twente. Sedangkan Roberto di Matteo juga ikut mengantarkan Chelsea memenangi Piala Winners 1998. Sedangkan sebagai pelatih, Jupp Heynckes pernah mengantarkan Real Madrid menjuarai Liga Champions tahun 1998. Nah pada laga final 19 Mei nanti Bayern Muenchen lebih diuntungkan, karena pertandingan digelar di kandang Muenchen. Sehingga Arjen Robben dkk sedikit lebih diunggulkan. Tetapi bukan tidak mungkin Chelsea dapat membungkan Bayern Muenchen seperti yang pernah dilakukan oleh Liverpool pada tahun 1984 di final piala Champions yang di gelar di stadion Olimpico Roma. Ketika itu Liverpool menghempaskan tuan rumah AS Roma melalui adu penalti dengan skor 4-2, setelah bermain di waktu normal dengan skor 1-1. Jadi, akankah di Allianz Arena momen kejayaan masa silam klub Inggris-Jerman bangkit kembali? Patut dinanti.

Wednesday, April 18, 2012

Trieste, Ulee Karengnya Italia


Italia dan kopi adalah dua hal yang sulit dipisahkan. Seperti orang Aceh, minum kopi adalah salah satu kebiasaan yang telah menyatu dalam masyarakat Italia, disamping sepak bola tentunya. Italia terkenal dengan kopinya yang memiliki aneka cita rasa. Capuchino, espresso, koffee-latte, macchiato, dll adalah brand-mark Italia yang sudah mendunia.

Ada satu kota di Italia yang sering disebut sebagai kota kopi yakni Trieste. Saya merasa beruntung bisa berada di kota ini. Artinya semangat minum kopi saya tidak ‘punah’. Budaya minum kopi di kota ini sangatlah kuat dan mengakar. Kabarnya komsumsi kopi warga Trieste rata-rata mencapai 10 kilogram per kapita setahun, dua kali lebih banyak dari penduduk Italia lainnya. Di Trieste pula kita bisa temukan ada museum kopi. Di museum yang terletak di kawasan Torre del Lloyd itu berisi sejarah kopi tempo dulu, alat peracik kopi dari jaman baheula hingga modern, proses pembuatan kopi, dan banyak lainnya lagi. Tak pelak, Trieste telah jadi semacam pusat industri kopi di Italia.

Kota berpenduduk 200 ribu jiwa ini sudah sejak lama dikenal sebagai pusat perdagangan kopi. Kawasan pelabuhan Piazza Unità dulu dikenal sebagai pusat bisnis kopi. Kini, aktifitas perdagangan kopi telah pindah ke pelabuhan baru di Porto Nuovo, selatan kota. Namun di Piazza Unita kita masih mencium aroma kopi yang menusuk hidung. Ada ratusan gudang penyimpanan kopi disini. Berjejer pula di dekatnya warung-warung kopi, orang Italia sering menyebut Café. Caffè San Marco salah satunya, adalah satu dari lima warung kopi tertua disini. Menilik fisiknya, warkop ini masih memelihara memori ketuaannya. Dari bangunan yang terbuat dari kayu hingga bentuk mejanya yang klasik, khas warung-warung tempo dulu.

Trieste mungkin lebih cocok disebut sebagai kota pelabuhan kopi. Menurut data, rata-rata dalam setahun ada hingga 2,5 juta karung biji kopi yang ditampung disini Seiring dengan dengan pesatnya usaha kopi di Trieste, alhasil aneka perusahaan lain pun bermunculan. Dari pedagang, agen penjualan dan pengiriman, unit pengujian kopi hingga ke usaha grosir dan eceran. Tak hanya itu, industri dan pedagang alat peracik kopi pun tumbuh disini.

Agrobisnis kopi
Pacorini, salah satu perusahaan kopi Italia terkemuka yang berbasis di Trieste, telah menguasai hampir 10 persen volume perdagangan biji kopi dunia. Sebelum dijual, biji-biji kopi itu telah melewati sejumlah pengujian yang ketat.

"Kami selalu mengeceknya, ada cacat apa tidak," ujar Sergio Vatta, sembari menyeruput kopi espresso dari secangkir gelas, lalu berkumur dan meludahkan kopi itu dalam satu kantong plastik khusus. Sergio Vatta adalah seorang spesialis uji rasa kopi di perusahaan Pacorini. Dia mampu menganalisis secara cermat biji-biji kopi dan cita rasanya. Sampel biji kopi itu juga dianalisis di laboratorium dekat dengan pelabuhan. Berkarung-karung biji kopi yang diimpor dari India, Kolumbia, Brazil, Vietnam dan Guatemala menumpuk, siap untuk diproses.

Bagaimana dengan kopi Indonesia? Harus diakui, selama ini importir kopi di Italia lebih banyak mengenal Indonesia sebagai eksportir kopi jenis robusta. Robusta dari Indonesia dipakai untuk campuran dari racikan kopi yang dihasilkan para roaster terkenal Italia. Padahal kita juga punya kopi arabika, seperti di kawasan Aceh tengah. Selama ini masyarakat Italia lebih kenal kopi arabika dari Amerika Latin ketimbang arabika Indonesia. Ini peluang agribisnis kopi yang menjanjikan sebenarnya. Konon lagi, Trieste adalah salah satu kota yang saban tahun aktif menyelenggarakan pameran kopi internasional. Tahun ini Ekspo Kopi Internasional tersebut akan dihelat pada 25-27 Oktober 2012. Indonesia sendiri mengikuti secara aktif pameran di Trieste sejak 2006. So, bagaimana dengan Pemerintah Aceh, ada minat ekspansi?

Thursday, June 09, 2011

Kopi Bergendaal, produk lokal yang mendunia



“Wow, rasanya beda dari kopi yang biasa. Cobain deh!,”ujar seorang ibu tua sembari mengajak temannya ikut minum. “Gile bener, aroma dan rasanya nendang banget,” tukas teman si ibu ini dengan logat Betawi sembari menyeruput kopinya. Tak ayal stand Aceh pun diserbu pengunjung Pameran SMESCO UKM Festival 2011 yang ingin mencoba cita rasa kopi yang punya nama dagang unik, Bergendaal. Celutukan dan komentar-komentar kagum pun jadi bagian dari kemeriahan yang sempat terekam di Gedung Smesco Tower Jakarta tempat pameran digelar. Dalam waktu singkat Kopi Bergendaal jadi primadona di ajang pameran yang dihelat Kementerian Koperasi dan UKM dari 1-5 Juni 2011 itu.



“Namanya unik, tapi gampang diingat,” tukas seorang pria muda disamping saya. Pria ini mengaku pernah minum kopi Ulee Kareng di Banda Aceh. “Tapi yang ini lain. Aromanya khas, kayak minum di Starbuck aja,” lanjut pria yang mengaku maniak kopi ini kagum.



Ya selama ini kopi Ulee Kareng memang lebih dikenal di khalayak penikmat kopi Aceh. Tapi kini kopi Bergendaal boleh dicoba sebagai varian lain dari ragam kopi Aceh. Patut dicatat juga, dalam waktu dekat, kopi Bergendaal asal Kabupaten Bener Meriah ini akan ikut Pameran Ambient dan Perekonomian di Rumania yang berlangsung pada 8-12 Juni 2011 mendatang. Kementerian Koperasi dan UKM rupanya melihat kopi gayo punya nilai jual tinggi di dunia internasional.



“Ini kopi asli dataran tinggi gayo. Saya mulai memproduksi dan memasarkan Bergendaal sejak 2008 silam, setelah melewati serangkaian penelitian dan ujicoba pra produksi..Kopi Bergendaal termasuk dalam deretan kopi yang terbaik di dataran gayo dan diolah secara modern” ujar H. Yusrin HS, pemilik usaha kopi Bergendaal.



“Oya kata Bergendaal saya ambil dari bahasa Belanda, yang artinya bukit dan lembah. Menurut sejarah, wilayah ini pernah jadi kebun perkopian yang dipilih Belanda waktu itu,” sambung Yusrin yang mengaku terjun langsung dalam memilih dan menyortir biji kopi unggulan. Dia bersama sejumlah petani kopi binaannya mengelola sekitar 60 hektar kebun kopi di Simpang Tritit, Bener Meriah. Jadi, usahanya bisa disebut usaha terpadu, dari perkebunan, pengolahan biji kopi, bubuk kopi hingga produk kopi siap saji. Semuanya berlebel Bergendaal. Kenapa tertarik dengan usaha kopi?



“Saya termotivasi oleh kopi Starbuck, yang kata orang kopi paling enak. Starbuck tak punya lahan, tapi produknya tersebar di seluruh dunia. Atau, tak usah jauh-jauh lah. Kopi Medan misalnya, tak banyak lahan mereka. Tapi kopinya ada dimana-mana. Kita punya lahan, masak kita tidak bisa produksi sendiri,” ungkap pria yang pernah berkunjung ke negeri Belanda itu saat ditanya ide awal memulai usaha.



“Sebelumnya kopi gayo diolah secara tradisional dan diekspor dalam bentuk green bean atau biji mentah saja. Saat dikirim keluar, kebanyakan eksportir di Medan tidak memakai lagi nama kopi Arabica Gayo, tapi diganti dengan nama mereka. Ini kan ironis. Saya sebagai orang Aceh merasa tertantang melihat kondisi seperti ini,” ujar pria beranak empat ini penuh semangat.



Yusrin memang tak main-main dalam memulai usahanya. Pria yang menganut pola usaha 3 UR yakni sedapur, sesumur dan leluhur itu sampai mengirim anak laki-lakinya yang sarjana hukum ke Cinere, Depok untuk belajar meracik kopi. Bahkan mesin produksi kopinya dipilih yang buatan Jerman. Di arena Pameran UKM Festival 2011 sendiri, para pengunjung bisa melihat dengan detail cara mengolah kopi Bergendaal. Karena mesin pengolahnya, dari penghalusan biji kopi menjadi serbuk hingga penyeduhannya di gelas siap saji, dibawa langsung dari Aceh.



Agar makin dikenal, Yusrin mengaku sering ikut pameran. “Saya sudah berkali-kali ikut pameran baik di Jakarta maupun Surabaya . Saya sangat berharap agar para pengolah kopi di Aceh jangan hanya mengekspor kopi mentah lagi, tapi sedapat mungkin yang diekspor adalah bahan jadi yang kita produksi sendiri, nilai jualnya lebih tinggi. Secara tidak langsung juga akan dapat meningkatkan ekonomi rakyat,” harap Yusrin seraya menyebut saat ini permintaan kopinya kebanyakan dari jenis super premium dan juga kopi luwak liar.



Bagi yang ingin menikmati langsung cita rasa kopi asli Bergendaal, Yusrin telah pula menyulap gudang rumahnya di Simpang Tritit menjadi Kafe Bergendaal. Kedai kopi yang dibuka pertengahan 2007 silam itu kini banyak disinggahi wisatawan lokal dan mancanegara. So, kalau sekali waktu Anda melewati daerah ini atau kalau ingin hari-hari Anda lebih meriah, yuk minum kopi produk Bener Meriah. Mau? (zulkarnain jalil)
Terbentuk, Ikatan Mahasiswa Aceh di Jerman (IMAN)



Sehubungan dengan semakin banyaknya putra putri aceh yang menuntut ilmu di Jerman, baik itu yang langsung dikirim oleh pemda Aceh maupun melalui skema Beasiswa lain seperti DAAD, Dikti, Erasmus Mundus atau mereka yang kuliah dengan biaya sendiri, maka adalah menjadi kebutuhan bagi mahasiswa Aceh ini untuk menghimpun diri dalam sauatu wadah organisasi seluruh mahasiwa Aceh yang ada di Jerman.

Dengan tekad untuk saling menjalin silaturrahim, dalam rangka menyahuti aspirasi mahasiwa Aceh se-Jerman dan untuk saling membantu dalam meraih kesuksesan studi dan memberikan sumbangsih ilmu, pemikiran dan kerja nyata bagi kemakmuran Aceh, maka pada tanggal 26-27 Maret 2011 yang lalu di kota Goettingen, Negara Bagian Niedersachsen-Jerman, telah dibentuk „Ikatan Mahasiswa Aceh di Jerman (IMAN)“.

Organisasi ini dikukuhkan dalam sebuah Musyawarah Besar/Duek Pakat Aneuk Aceh yang dihadiri 54 mahasiswa Aceh yang datang dari seluruh penjuru Jerman baik yang sedang mengambil studi bachelor, master, maupun doktoral. Acara ini berlangsung cukup sukses dan dibuka langsung oleh Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Jerman, saudara Laode Mutakhir Bolu. Rangkaian Acara Musyawarah ini terdiri dari; Presentasi Ilmiah, Sidang pembentukan organisasi beserta AD/ARTnya, Silaturrahim dan penggalangan dana Bantuan Untuk Musibah Banjir di Tangse.

Setelah menjalani acara selama dua hari, akhirnya terbentuklah Ikatan Mahasiwa Aceh di Jerman (IMAN) dengan Saudara Saiful Akmal (Frankfurt) terpilih sebagai Ketua, Maimun Rizal (Goettingen) sebagai sekretaris dan Maria Umran (Fulda) sebagai Bendahara. Sedangkan Zakaria Hafizh (Offenburg) dan Heru Fahlevi (Speyer) dipercayakan sebagai pengurus wilayah Barat, Reza Fathurrahman (Erfurt) dan Fajarullah Mufti (Weimar) di pengurus wilayah Timur, serta Ikhlas Ali Amran dan Masyitah Saifuddin (Goettingen) menjadi Pengurus Wilayah Tengah. Sementara saudara Ichsan (Goettingen) didaulat menjadi Ketua Badan Pengawas Organisasi (BPO) yang didampingin oleh saudara T. Firman dan Essy Harnely (Goettingen), T. Faisal MG (Koln), Fathul Mahdariza (Karlsruhe) sebagai anggota BPO. Acara yang berlangsung dengan penuh rasa persaudaraan ini juga berhasil menelurkan sebuah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai dasar hukum bagi pencapaian misi dan visi IMAN dimasa yang akan datang.

Dalam pencapaian misi dan visinya organisasi ini akan senantiasa bekerjasama dengan JAROE (Jaringan Aneuk Nanggroe Aceh di Eropa) yang membawahi mahasiwa Aceh se-Eropa dan juga senantiasa berkoordinasi dengan Persatuan Alumni Jerman di Aceh, Pemda Aceh, Komisi Beasiswa Aceh, PPI Jerman dan Eropa, KBRI dan KJRI di Jerman.
Mahasiswa Unsyiah Raih Perunggu Olimpiade MIPA



Universitas Syiah Kuala berhasil meraih 1 medali perunggu dan 1 Honorable Mention pada Olimpiade Nasional (ON)-MIPA 2011 yang dihelat tanggal 28 April – 2 Mei di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Medali Perunggu berhasil diraih oleh Nurul Wahyuni (FMIPA/Matematika), sedangkan Honorable Mention oleh Said Ali Akbar (FKIP/Kimia). Keberhasilan ini merupakan peningkatan tajam dari prestasi tahun lalu dimana Unsyiah tahun lalu belum mampu mendapatkan satupun medali dalam even tahunan tersebut. Universitas Syiah Kuala dalam ON-MIPA 2011 ini berhasil meloloskan 4 wakil di tingkat regional I.

Para peserta yang berhasil mendapatkan medali tersebut akan mengikuti Pelatnas pada bulan Juni 2011 untuk mengikuti seleksi Olimpiade MIPA Internasional yang akan berlangsung di Bulgaria.

Kegiatan ON-MIPA PT merupakan agenda tahunan Dinas Pendidikan Tinggi (DIKTI), Departemen Pendidikan Nasional yang digelar sebagai upaya meningkatkan minat dan kemampuan berkompetisi diantara mahasiswa, khususnya yang menekuni bidang-bidang: Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi. Universitas Syiah Kuala sebagai salah satu universitas terkemuka di Sumatera memiliki kepentingan strategis yang tinggi untuk mengirimkan mahasiswa-mahasiswa terbaik dalam kompetisi ON-MIPA ini. Disamping sebagai Bench-Mark hasil pembelajaran dan kemampuan akademis mahasiswa, juga merupakan prestise dan ajang membangkitkan motivasi belajar yang lebih tinggi di kalangan mahasiswa Unsyiah.
Kopi Aceh Tembus Pasar Rumania


Cita rasa kopi Aceh kini tak hanya dikenal di Indonesia saja, namun dalam waktu dekat aroma khasnya bakal menembus pasar Eropa. Kabar gembira tersebut disampaikan oleh Ir. Syarifuddin, Kepala Bidang Usaha Koperasi dan UKM (Usaha Kecil Menengah) Provinsi Aceh kepada Kontributor Serambi, Zulkarnain Jalil, Sabtu (4/6) kemarin di sela-sela kegiatan Pameran SMESCO UKM Festival 2011 yang berlangsung di Gedung Smesco Tower, Jakarta.
“Kopi Aceh, dalam hal ini jenis Arabika dan Luwak asal Gayo, akan ikut Pameran Ambient dan Perekonomian Rumania . Pameran akan berlangsung pada 8-12 Juni 2011 di kota Bukarest. Rupanya pihak Kementerian Koperasi dan UKM sangat tertarik dengan cita rasa kopi yang kita pamerkan disini, ”ungkap Syarifuddin pada ajang pameran yang berlangsung dari 1-5 Juni 2011.
Menurut Syarifuddin, Kementerian Koperasi dan UKM saat ini melakukan terobosan dengan memasarkan produk unggulan koperasi dan UKM ke kawasan Eropa Timur sebagai target pasar baru. Ada delapan pelaku koperasi dan usaha kecil menengah yang akan dibawa ke negara itu untuk dipertemukan dengan konsumen melalui even yang akan berlangsung di Gedung Romeexpo, salah satu gedung pameran terbesar di Rumania .
Adapun pameran SMESCO UKM Festival 2011 yang saat ini sedang berlangsung di Jakarta diikuti oleh 315 koperasi dan UKM. Pameran tahun ini –yang berlangsung dari tanggal 1-5 Juni 2011 merupakan penyelenggaraan yang ke-9 kalinya. Dalam agenda tahunan Kementerian Koperasi & UKM sedikitnya 250 gerai memamerkan produk-produk unggulan seperti fashion, aneka asesoris, sepatu, piranti rumah tangga, furnitur, makanan dan minuman, hingga produk kreatif dari bahan daur ulang. pameran produk
“Pameran ini telah berlangsung sejak tahun 2003 dan tiap tahun produk yang dipamerkan semakin beragam dan berkualitas. Transaksi tahun lalu transaksinya mencapai Rp 26,3 miliar. Tahun ini kita targetkan mampu mendulang transaksi hingga Rp 30 miliar. " kata Neddy Rafinaldy Halim, Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM.
Amatan Kontributor Serambi, stand Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Aceh termasuk salah satu stand yang ramai disinggahi pengunjung. Di stand berukuran 3 x 4 meter persegi itu dipajang produk-produk unggulan seperti batik Aceh, aneka produk bordir, souvenir dan pernak pernik khas Aceh, coklat hasil produksi salah satu UKM asal Pidie Jaya dan kopi gayo jenis arabika dan luwak. Pengunjung umumnya tertarik dengan kopi Aceh Mulyadi, dari CV. Sumatra Mangoh –salah satu UKM mitra Disperindagkop Aceh- yang ikut serta dalam pameran itu menceritakan selama dua hari penyelenggaraan para pengunjung yang ingin mencicipi kopi Aceh sangat ramai. Mulyadi sendiri membawa peralatan untuk mengolah bubuk kopi hingga dapat diminum langsung di lokasi pameran. Tak sedikit diantara para pengunjung yang membeli kopi Aceh sebagai oleh-oleh untuk kerabat atau keluarga terdekat mereka. (jal)

Wednesday, July 14, 2010

Di Afsel, Kaos Bola ‘aspal’ lebih diminati

Catatan: Zulkarnain Jalil

Piala Dunia memberi berkah tersendiri bagi segenap pelaku bisnis. Dari pemodal besar hingga pedagang kaki lima. Intinya, bisnis apa saja yang disentuh sedikit saja dengan ‘aura’ Piala Dunia bakal laku keras. Salah satu bisnis yang sukses mengeruk keuntungan besar adalah bisnis jersey atau kaos bola. Harga kaos bola ini bervariasi, dari harga 1 jutaan hingga belasan ribuan rupiah. Tergantung kocek masing-masing pembeli. Yang harga jut-jut biasanya produk asli merk ternama seperti Adidas, Nike, Puma, Umbro, Lotto, dan lainnya. Mau yang lebih murah, bisa beli jersey aspal, asli tapi palsu. “Yang penting kan enak dipakai dan pas di kantong he he,” cetus seorang maniak bola.

Nah, menariknya kostum tiruan atau aspal justru lebih laris di pasaran. Kenapa? Tentu saja karena harga jual yang lebih murah dibanding kostum asli membuat komoditas ini sangat diminati fans bola. Konon lagi di Afrika yang tingkat pendapatannya masih rendah. Misalnya di Pantai Gading, penjahit di sana mampu memproduksi kostum Didier Drogba dkk dengan bentuk yang tak kalah dengan aslinya. Mereka berani menjual seharga 5 dolar AS (sekitar 50 ribu rupiah). Bandingkan dengan kostum produk asli pabrik yang dibanderol sebesar 75 dolar AS (sekitar 700 ribu rupiah)! Alhasil, tim-tim Adidas atau Nike, tak hanya bertarung di dalam stadion, tapi mereka juga musti ‘bertarung’ lagi di luar lapangan melawan pesaing bisnis mereka.

Alasan ekonomi
Sejak awal 2010 polisi Afsel dikabarkan telah menyita barang-barang palsu Piala Dunia senilai 13 juta dolar AS (sekitar 120 milyar rupiah). Dari data FIFA, tercatat ratusan kasus pemalsuan produk Piala Dunia 2010 telah diajukan ke meja pengadilan. Namun tetap saja bisnis barang aspal itu tetap jalan, di tengah razia polisi yang kerap dilakukan terutama di kawasan kaki lima. Hal ini bisa terjadi karena alasan ekonomi.

"Saya berdagang disini untuk memperoleh sedikit uang buat makan, juga buat biaya sekolah anak-anak saya," tukas Philemon Sigauke, seorang pedagang kaos kaki lima di Johannesburg.

Sipho Mlambo, pedagang lainnya, mengaku ekonomi keluarganya sangat terbantu selama Piala Dunia. "Saya sangat gembira selama Piala Dunia ini. Ini negeri kami, kapan lagi kami bisa mendapat rejeki seperti ini. Piala Dunia telah membawa sesuatu yang lebih pada saya dan keluarga saya," ujar pedagang berusia 32 tahun itu sumringah.

Darimana mereka mendapatkan barang-barang tiruan Piala Dunia itu? "Tidak, saya tidak mau bilang pada Anda dimana saya dapatkan barang-barang ini. Bahaya. Anda harus mengerti ini Piala Dunia dan permintaan kaos sangat tinggi," sahut seorang pedagang kaki lima yang tak mau disebutkan namanya dan berdagang di kawasan Alexandra, sebelah utara Johannesburg.

"Dengan berjualan kaos ini kantong saya bisa lebih berisi dari biasanya. Saya tahu memang banyak yang kena tangkap polisi karena dagang barang seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi. Sayang melepas peluang besar seperti ini. Masalah polisi itu urusan belakangan," imbuh pria itu lagi.

Serbuan produk murah asal China
Disinyalir barang-barang tiruan itu didatangkan dari Asia. "Ya, selama Piala Dunia sangat banyak merchandise tiruan. Amatan kami, sebagian besar diproduksi di Asia," kata Mohamed Khader dari Spoor and Fisher, sebuah lembaga pengacara FIFA. Dikatakannya, sejak Januari 2010 ditemukan banyak produk China dan beberapa negara Asia lainnya dengan nilai investasi mencapai 100 rand (sekitar 120 milyar rupiah). Mereka berani menjual dengan harga rendah. Kaos tim Inggris atau Brazil tiruan misalnya dijual seharga 250 rand di kaki lima, sementara yang asli mencapai 600 rand.

Barang-barang tiruan ternyata tak hanya kaos tim saja. Banyak pernak pernik Piala Dunia berlisensi FIFA juga ditiru. Sebut saja boneka maskot Zakumi termasuk salah satu yang sangat banyak diperdagangkan di pasar gelap.

Bahkan timnas Afsel tak luput dari modus ini. Bendera dan Kaos tim Bafana Bafana sangat populer selama Piala Dunia, bahkan hingga perhelatan akan berakhir tetap laku keras. Permintaan akan kaos timnas Bafana Bafana sejauh ini memang nomor satu di Afsel. Ini terjadi sejak September 2009 silam saat mana Football Friday dicetuskan. Footbal Friday adalah sebuah inisiatif pemerintah Afsel agar warga mengenakan seragam timnas Afsel di hari Jumat. Sebagai bentuk dukungan kepada tim asuhan Carlos Alberto Parreira.

"Setiap orang di Afrika Selatan apakah dia warga asli atau pendatang, seharusnya tidak mendukung pasar gelap ini. Jangan beli produk mereka karena akan berimplikasi serius terhadap ekonomi negeri kita, " pesan Kolonel Vishnu Naidoo, jubir kepolisian nasional Afsel.

"Jika hal ini terus terjadi maka akan makin banyak orang yang kehilangan pekerjaan. Contohnya, seragam Bafana Bafana. Seragam timnas ini diproduksi di Afsel, dengan begitu akan makin banyak peluang kerja yang terbuka," imbuh Naidoo.

Di saat FIFA berperang melawan serbuan barang-barang bajakan, produsen merchandise resmi saat perhelatan pun dibuat pusing oleh munculnya bendera nasional Afsel produk China.

“Produsen lokal tak mampu berkompetisi dengan produsen asal China yang berani melepas dengan harga rendah. Kami bahkan tak mampu menutupi biaya produksi. Sebegitu rendahnya bendera produk China," keluh Michael Goldman, direktur Flag Factory seperti dikutip iol.za.

“Sebuah bendera tipe kecil asal China harganya cuma 35 rand (sekitar 42 ribu rupiah). Itu setengah dari harga jual bendera produk lokal. Perbedaan harga mencolok ini, karena pabrik-pabrik di Afsel harus membayar pekerjanya lebih mahal. Itulah masalahnya. Sayang, padahal saat ini bendera sedang jadi primadona,” lanjut Goldman.

Tak pelak, produsen bendera di Afsel pun geram dengan banyaknya produk murah asal China itu. “Padahal ini peluang besar kami untuk menciptakan lapangan kerja di Afsel. Setidaknya sekitar 4 juta rand hilang diserap bendera impor,” ujar salah satu produsen lokal tak mau disebut namanya.

Monday, July 12, 2010

Siyabonga Afrika Selatan!


Terima kasih Afrika Selatan! Piala Dunia 2010 Afsel telah berakhir. 32 kontestan peserta even empat tahunan itu kini telah meningggalkan tanah Afrika. Diakui atau tidak, PD 2010 ini memang banyak kekurangan. Berbagai ironi dan insiden kontroversial mewarnai perhelatan sebulan penuh itu. Dari insiden perampokan, suara vuvuzela, banyaknya kursi kosong hingga buruknya kepemimpinan wasit.

“Ini Piala Dunia spesial. Jangan samakan kesuksesan seperti di benua lain. Piala Dunia di Afrika harus dilihat secara berbeda. Ini benua baru dengan budaya baru. Baru bagi dunia sepakbola,” tegas Sepp Blatter seperti dikutip Goal.com, menyikapi nada miring sebagian pihak terhadap perhelatan PD 2010 Afsel.

Begitupun, dengan segala kekurangan itu, even yang baru pertamakali dihelat di tanah Afrika tetap menyiratkan keistimewaan tersendiri. Munculnya juara baru adalah salah satu ciri istimewanya PD kali ini. Ya itulah Spanyol yang berjuluk La Furia Roja atau si merah membara. Kemenangan Tim Matador sendiri mengandung banyak makna.

Kemenangan Spanyol juga berarti kemenangan sepakbola indah di tengah ramainya pertunjukan tim-tim yang menonjolkan pola permainan pragmatis. Tak hanya itu, dan ini yang sangat penting, kemenangan Carles Puyol dkk telah menyatukan semua elemen warga Spanyol. Ya mereka sukses jadi pemersatu bangsa. Gesekan dan sentimen antar etnis semisal di propinsi Catalonia, Basque, Andalusia dan Galicia yang dulunya bersemangat memisahkan diri dari pemerintaha di Madrid, kini sontak luluh.

Empat propinsi yang memiliki otonomi khusus itu akhirnya membuka diri. Bendera nasional Spanyol yang biasanya jadi benda tabu di Catalonia atau Basque, kini berkibar di seantero pelosok negeri otonom tersebut. Di kantor-kantor, balkon apartemen, pertokoan, hingga kios-kios bermandikan bendera nasional. Plus para fans yang membalut tubuh mereka dengan bendera kebanggaan negeri matador. Mereka turun ke jalan, mengibarkan bendera, membunyikan terompet, bernyanyi-nyanyi, meneriakkan yel-yel kemenangan dan aneka selebrasi lainnya.

”Negara lain, tentu bangga dengan bendera nasional mereka. Tapi tidak dengan kami di Spanyol. Namun, berkat Piala Dunia ini, warga kami mulai terbiasa dan bangga dengan identitas bangsanya. Ya, Piala Dunia telah menyatukan kami,” tukas Cesar de Castro, manajer perusahaan bendera Spanyol, Sosa Dias seperti dikutip harian online Timeslive. Kunci yang telah menyatukan mereka adalah sepakbola! Karena itu mereka patut berterima kasih pada Afrika Selatan, sang tuan rumah Piala Dunia 2010.

Tak hanya itu, euforia kemenangan David Villa dkk juga menumbuhkan kembali semangat rakyat Spanyol untuk bangkit dari hantaman krisis ekonomi sejak setahun silam. Jumlah pengangguran yang mencapai 20% plus pemotongan gaji pegawai negeri dan pekerja swasta telah membuat situasi ekonomi rakyat di sana makin sulit. Namun, tendangan Villa dan tandukan Puyol telah menghapus wajah-wajah murung rakyat Spanyol. Tetesan air mata Iker Casillas di akhir pertandingan adalah tetesan kegembiraan. Kegembiraan bagi segenap rakyat Spanyol. Sizobonana Afsel! Selamat tinggal Afsel! (zulkarnain jalil)

Friday, July 02, 2010

Di Blikkiesdorp, Piala Dunia kehilangan makna
Blikkiesdorp tak ada dalam peta Afrika Selatan. Karena memang bukan nama kota ataupun lokasi wisata. Blikkiesdorp adalah barak penampungan sementara kaum marginal. Layaknya shelter korban tsunami di Aceh. Nama formalnya adalah Temporary Relocation Area (TRA) atau kawasan relokalisasi sementara.
Tapi para penghuni barak alergi dengan nama ”mentereng” itu dan lebih suka menyebutnya dengan nama Blikkiesdorp yang bermakna “Kampung Kaleng”, karena seluruh struktur bangunan seluas 6 x 3 meter itu, baik dinding maupun atapnya terbuat dari seng. Di siang hari yang terik, rumah-rumah kaleng itu serasa sangat panas. Tubuh bak terpanggang api. Konon lagi lokasi pemukiman ini berdiri di atas tanah berpasir yang tandus. Tak ada pepohonan apapun di dekat situ.
Pemukiman yang berjarak 20 kilometer dari kota Cape Town itu awalnya diperuntukkan bagi warga kota yang kena gusur akibat adanya pembangunan infrastruktur Piala Dunia 2010. Sambil menanti selesainya pembangunan rumah permanen, mereka diminta tinggal dulu di TRA.
Blikkiesdorp dibangun pertamakali tahun 2007 oleh Pemkot Cape Town, saat itu masih dijabat Walikota Helen Zille. Pemkot setempat kabarnya mengeluarkan dana sekitar 30 juta rand (sekitar 3,6 milyar rupiah) untuk relokalisasi warga pinggiran tersebut. Awalnya khusus diperuntukkan bagi warga dari kawasan Athlone, Symphoni Way, Salt River dan Woodstock.yang kena gusur akibat adanya pembangunan infrastruktur Piala Dunia 2010. Jumlahnya tak sampai seribuan orang. Tapi sekarang ini penghuninya sudah mencapai 15.000 orang!
Penghuninya kini makin beragam, dari gembel, gelandangan, pengemis, pengangguran hingga tunawisma. Suasana makin tak nyaman, akibat kriminalitas makin tinggi disini. Tinggal berhimpit-himpitan dalam barak yang berjumlah sekitar 1500 buah itu. Ditambah lagi fasilitas listrik, air dan toilet umum sangat terbatas. Sebagian warga mengaku mulai frustasi, tak tahan lagi tinggal di Blikkiesdorp.
“Barak ini lebih mirip kamp konsentrasi. Dikelilingi pagar kawat berduri, pakai lampu sorot, pintu masuk dijaga satuan polisi pengaman. Penghuninya diawasi secara ketat dan berlaku jam malam. Layaknya kami ini narapidana saja,” ujar Abahlali Mjondolo, salah satu penghuni Blikkiesdorp. “Lokasinya sangat jauh dari pusat kota, tempat kerja dan juga sekolah,” sambung Mjondolo.
"Mereka mengusir gembel jalanan, gelandangan dan pengemis yang tinggal di gubuk-gubuk kumuh dan menumpuknya disini, semata-mata agar kota tampak indah selama Piala Dunia," sergah Mohammed Ali, salah seorang penghuni yang tempat tinggalnya kena gusur .
“Afsel mengeluarkan dana trilyunan untuk Piala Dunia. Kenapa mereka tidak memanfaatkan uang sebesar itu untuk membangun rumah bagi warga miskin?," umpat Beverley Jacobs yang telah menetap di barak berukuran 18 meter persegi sejak tiga tahun lalu.
Penghuni lainnya, Priscilla Ludidi tinggal bersama empat anaknya ditemani sang ibu yang telah berusia 82 tahun. Mereka tidur berhimpit-himpitan di kasur yang terhampar di atas lantai. Sebagian bangunannya bahkan ada yang sudah bocor.
"Awalnya pemerintah kota menjanjikan bahwa kami disini cuma 3-6 bulan. Tapi nyatanya sudah tahunan kami disini. Mereka telah membohongi kami," keluh Ludidi, juga korban kena gusur.
"Ini bukan rumah. Kami dipaksa pindah kemari. Tapi gimana lagi, kami tak punya pilihan lain. Entah kapan bisa pindah ke rumah yang dijanjikan,” keluh Washeila. Smith (57).
Gelandangan merasa nyaman
Namun ada juga yang merasa nyaman hidup di Blikkiesdorp. James Adam dan Rina Kiwido misalnya, yang masuk barak September 2009 silam. Bagi mereka bisa tinggal di Blikkiesdorp adalah berkah. Betapa tidak, dulunya Adam dan Kiwido homeless alias gelandangan yang tinggal di gubuk-gubuk kumuh dekat stadion Green Point. Warga seperti Adam ini sangat dominan di Kampung Kaleng. Makanya mereka maklum saja ketika gubuk derita mereka digusur pas Piala Dunia.
Sebagian penghuni malah ada yang merenovasi sendiri barak mereka agar layak huni. Xolani Bokolo, misalnya, menyulap gubuknya hingga terkesan “mewah”. Dinding bagian dalam telah dicat. Lalu antara kamar tidur dengan ruang keluarga diberi sekat pembatas. Untuk menghindari masuknya debu lewat seng, Bokolo menempelkan kertas kardus di sisi bagian dalam. Sebelumnya, dia terkadang sulit tidur pada malam hari karena terpaan debu yang sangat tebal.
Bagaimana dengan kebutuhan harian? Beberapa warga memanfaatkan ruang kecil di barak untuk berdagang. Warung kopi juga ada. Setidaknya ada sekitar enam kios disitu. “Semua kebutuhan tersedia. Dari roti, gula, minyak goreng, susu bubuk, dan kebutuhan lainnya. Harganya terjangkau. Dari 1 rand (sekitar 1200 rupiah) hingga 10 rand,” sebut Janine Schoeman, seorang ibu rumah tangga yang mengaku sehari-hari dia belanja tidak sampai 10 rand.

"Sebagian besar warga ingin pindah. Tempat ini sudah penuh dengan kriminalitas, dari perampok hingga pengguna narkoba. Kita tidak ingin anak-anak tumbuh di lingkungan seperti itu," keluh Ashraf Cassiem, salah seorang aktifis Kelompok Anti-Penggusuran seperti dikutip Daily Voice menyikapi keluhan warga Kampung Kaleng.

Begitulah, kini muncul nada miring yang menuduh Blikkiesdorp sebagai tempat untuk penampungan gelandangan dan pengemis di pusat kota agar pemerintah dapat menyembunyikan wajah kemiskinan Afsel dari mata turis asing. Terutama selama Piala Dunia berlangsung. Nasib..nasib…

Wednesday, June 30, 2010

Inggris marah, Uruguay minta maaf
Drama Bloemfontein yang menghadirkan kontroversi kekalahan Inggris dari Jerman masih terus bergulir. Kali ini yang terlibat adalah media. Dikabarkan oleh harian Afsel, Cape Times, bahwa banyak surat kabar di Inggris yang terbit Senin (28/6) kemarin meluncurkan serangan pedas atas kinerja buruk tim mereka ketika melawan Jerman. Media itu juga meminta Fabio Capello untuk pergi dengan menyebut istilah FabiGo (dari singkatan Fabio Go atau Fabio silahkan pergi)
"Kita telah mengenalkan sepakbola kepada dunia. Namun setelah tahun 1966, sejak itu dunia tak mau mengembalikannya lagi (kepada kita)," tulis harian Dailymail yang terbit di London, mengacu kepada tahun dimana Inggris pernah memenangkan Piala Dunia.

"Menyedihkan sekali. Kemarin kita gagal lagi oleh musuh lama, Jerman. Fabio Capello dan timnya telah bikin malu bangsa. Ini adalah salah satu penghinaan paling perih dalam sejarah olahraga kita," keluh Daily Mail.

Tak kalah sengit, media-media Inggris juga menyemprot wasit yang memimpin pertandingan. Mereka mengecam keputusan wasit Uruguay, Jorge Larrionda dan asistennya Mauricio Espinosa yang tak mensahkan gol Lampard. "Barangkali, cuma wasit dan asistennya saja yang tidak melihat bola itu telah melewati garis gawang," komentar Daily Mail lagi.
Lain lagi fans Inggris, yang telah mengeluarkan dana yang tak sedikit untuk berangkat ke Afrika Selatan, beranggapan bahwa andai saja wasit Larrionda mensahkan gol itu maka jalannya pertandingan akan lain. Begitupun, seperti diakui Dailymail, diluar keputusan kontroversial itu Inggris sendiri memang bermain begitu buruk.

Media Uruguay minta maaf
Sementara itu, merasa nama Uruguay terbawa-bawa dalam kasus itu, beberapa surat kabar terkemuka Uruguay spontan merespon media Inggris. El Pais, misalnya, merespon keluhan orang-orang Inggris dengan pernyataan maaf yang ditulis di headline-nya.
”Atas nama sepakbola: Maafkan kami,” tulis koran beroplah besar itu dengan huruf besar bercetak tebal. Bahkan El Pais yang terbit di Montevideo –ibukota Uruguay- itu juga meminta pejabat sepakbola di negerinya untuk menyampaikan hal yang sama kepada sejawat mereka FA (PSSI-nya Inggris) yang sedang dilanda kesedihan.
Diego Perez, kolumnis di El Pais, berujar: "Kesalahan kemarin itu sangat parah. Ini dapat didefinisikan sebagai sebuah kesalahan besar yang dibuat oleh trio wasit dipimpin oleh Jorge Larrionda. Ini akan jadi sejarah hitam Piala Dunia. Dapat dipastikan mereka bertiga akan bersegera meninggalkan Afrika Selatan. Tapi masalahnya, Uruguay termasuk tim yang masih berjuang di perempat final.”
Sementara itu La Republica, harian berpengaruh Uruguay lainnya, menceritakan bahwa Direktur Atletico Penarol –salah satu klub ternama Uruguay- Sergio Perrone sedang menyelidiki seluruh video pertandingan Penarol yang pernah dipimpin Jorge Larrionda dalam 10 tahun terakhir, terutama saat Penarol melawan rival tradisional mereka. Selanjutnya, video plus rangkuman kerja Larrionda dalam memimpin liga Uruguay bakal dikirimkan ke persatuan sepakbola Uruguay AUF, federasi sepakbola Amerika Latin CONMEBOL dan juga FIFA.
“Kami ingin cek semua keanehan dalam pertandingan yang merugikan kami, yang dipimpin oleh Jorge Larrionda. Sebenarnya, hal ini telah kami rencanakan sejak sebulan yang lalu, jauh sebelum datangnya kontroversi pertandingan Jerman dan Inggris," tukas Sergio Perrone seperti dikutip La Republica.
Sementara itu mantan manajer Lampard di Chelsea, Jose Mourinho, yang kini bertugas di Real Madrid, mengatakan teknologi garis gawang harus segera diperkenalkan untuk mencegah timbulnya perselisihan lebih lanjut. "Aku tak mengerti, mengapa sepak bola termasuk satu dari sedikit cabang olahraga dimana teknologi masih tabu untuk dipakai," sebut pelatih yang mendapat julukan the special one itu penuh rasa heran.

Monday, June 28, 2010

Pedagang Zimbabwe jejali Johannesburg

“Hei Jepang, kemari. Ini ada barang bagus buat kamu! Jepang pasti juara!,” teriak Jerry Madziwana ke arah gerombolan turis Jepang berseragam biru yang sedang melintasi kawasan Parkhurst, Johannesburg. Jerry berteriak sembari melambai-lambaikan syal timnas Jepang. Tak ketinggalan terompet vuvuzela juga disodorkannya. Mengenakan pakaian serba hijau dengan senyum yang tak pernah lekang dari bibirnya, Jerry tiada henti memuji-muji kehebatan tim Jepang. Itu memang strategi dagangnya.

Fans Jepang itu tersenyum seraya mendekati Jerry. Dua lembar syal dan beberapa asesoris bercorak timnas Jepang mereka beli. “Dagang disini prospeknya bagus, lumayan lakunya. Sebab disini banyak restoran, toko, bar, cafe dan warung kopi. Fans bola pada ngumpul disini,” kata Jerry sumringah. Jerry sebenarnya bukan warga Afsel. Dia asli dari Zimbabwe, tetangga terdekat Afsel. Jerry hadir disana khusus untuk mengais rezeki selama penyelenggaraan Piala Dunia.


Menarik dicermati, selama Piala Dunia kota-kota utama di Afsel kini dijejali banyak pedagang asing, terutama negara-negara Afrika yang bertetanggaan dengan Afsel. Para pedagang kaki lima kebanyakan berasal dari Zimbabwe, seperti Jerry.



“Tahun 2004, saat Afsel diumumkan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010, saya bilang sama istri bahwa ini kesempatan emas. Saya musti tinggalkan Harare –ibukota Zimbabwe- sesegera mungkin dan bermukim di Johannesburg untuk sementara waktu,’” ujar Jerry mengenang. “Peluang seperti ini sayang untuk dilewati,” imbuhnya.



Tahun 2005 Jerry pun pindah ke Johannesburg. Di sana dia memborong aneka barang grosiran yang berbau Piala Dunia. “Saya belanja syal, kaos tim, terompet, peluit, dan pernak pernik lainnya. Pokoknya semua yang ada kaitan dengan Piala Dunia,” ujar pria yang mendukung timnas Ghana sembari memegang replika tropi Piala Dunia warna kuning keemasan.

“Tahun-tahun awal berdagang sepi sekali. Saya mulai putus asa dan menyalahkan diri sendiri kenapa dulu datang kemari. Karena ingat keluarga di kampung, saya coba bertahan. Nah setelah beberapa bulan berjalan, perlahan turis mulai ramai datang ke Afsel. Dagangan mulai laku. Semangat saya tumbuh lagi,” kata Jerry mengingat masa-masa sulit di awal usahanya. Sejak itu teman-temannya pun mulai berdatangan dari Zimbabwe.

Selama turnamen berlangsung, Jerry mengaku barang yang paling laku adalah bendera nasional, diikuti syal dan kaos. “Sekarang kan udah masuk musim dingin disini. Jadi banyak fans yang cari perangkat yang bisa menghangatkan tubuh,” tukas Jerry menjawab pertanyaan barang yang paling dicari fans.

Jerry mengaku sekarang ini sangat menikmati hari-harinya di Afsel. “Asyik disini, selain dagang, kita bisa berinteraksi dengan supporter bola dari macam-macam negara. Dari Kanada, Amerika, Belanda, Jerman dan lainnya. Wah macam-macam tingkah polahnya,” kata dia.

Temannya Walter Kanyegoni, juga asal Zimbabwe, membuka lapak di kawasan Parktown. Seperti Jerry, Walter juga datang khusus untuk mengais rejeki selama Piala Dunia.



“Ha ha Zimbabwe memang tak lolos kualifikasi Piala Dunia dan mungkin tak akan pernah,” kata Walter Kanyegoni terbahak ditanya timnas negaranya. Walter merasa gembira dagangannya laris manis selama Piala Dunia. Beda dengan Jerry, selain menjual pernak pernik Piala Dunia Walter juga banyak menawarkan barang-barang kerajinan tangan khas Afrika.


Di sudut lain berdiri Blessing Mdunge. Bibirnya tak henti berteriak menawarkan dagangan. Hingga gigi palsunya yang berwarna keemasan berkilau kena pantulan sinar matahari. Wig bercat warna-warni nangkring di kepalanya. Sekujur tubuhnya diselimuti dengan bendera berbagai negara. “Ramai sekali disini. Ada yang dari Brazil, Italia, Jerman, Belanda. Wah kalau tim-tim besar terus melaju, bakal laris manis,” sebut Blessing bahagia.

Uang keamanan

Agar usaha mereka aman dan lancar, para pedagang kaki lima asal Zimbabwe itu rupanya membayar semacam “jasa keamanan” kepada warga tempatan. Yang buka lapak di kawasan Parkhurst misalnya, mereka nyetor ke Lizo Lukela, seorang juru parkir yang menguasai kawasan situ.

“Ini senang sama senang aja. Saling membantu lah. Bukan semata-mata karena uang. Pedagang Zimbabwe ini saudara kami juga, sesama bangsa Afrika. Mereka pantas mendapatkan keuntungan dari Piala Dunia yang berlangsung di tanah Afrika. Persis seperti saya juga, jadi juru parkir. Mencari rezeki untuk keluarga kami di kampung,” kilah Lizo. Lizo sendiri bukan asli Johannesburg. Dia juga perantau di sana. “Saya dari Queenstown, kota kecil sebelah timur Cape Town. Disini ya selama Piala Dunia aja,” ujar Lizo.



“Di kampung tak ada atmosfir Piala Dunia. Makanya saya kemari. Enaknya lagi, disini bisa dapat kenalan baru, fans bola dari berbagai macam suku bangsa,” imbuh Lizo sambil meniup pluit memandu pengemudi mobil yang masuk area parkir. Tim mana yang mereka dukung?

“Kami awalnya mendukung Afsel. Sayang mereka tersisih. Kini saya dan kawan-kawan mendukung timnas Ghana. Permainan mereka sangat impresif. Pasti semua orang Afrika kepingin tropi Piala Dunia bertahan di Afrika,” ujar Jerry. Tak seperti rekan-rekannya yang lain, Jerry sudah memikirkan apa dan kemana setelah Piala Dunia berakhir, saatmana situasi di Afsel kembali seperti sediakala. Uang hasil jerih payah selama di Johannesburg pun tak lupa disisihkan untuk tabungan.



“Rencananya saya mau buka usaha baru. Belum tahu lagi bentuknya. Saya yakin, selalu saja ada peluang baru. Asal mau berpikir dan berusaha,” tukasnya optimis. Sesaat, dahinya mengkerut seperti mengingat sesuatu. “Oya, saya dengar Afrika Selatan mencalonkan diri jadi tuan rumah Olimpiade 2020. Nah itu kan peluang juga,” sahut Jerry dengan mimik gembira. Iya mas, tapi itu kan masih lama, sepuluh tahun lagi ..he he.

Saturday, June 26, 2010

“Al-Quran bikin saya lebih kuat“


Nanti malam, saat Jerman bentrok lawan Inggris, coba Anda amati ketika lagu kebangsaan masing-masing negara diperdengarkan. Mesut Oezil, pemain andalan Jerman keturunan Turki -seperti biasa- terlihat bungkam sementara teman setimnya khusyuk menyanyikan lagu nasional. Lantas apa yang dilakukan Oziel dalam beberapa menit yang penuh emosional itu?


“Aku melafalkan dalam hati beberapa ayat suci Al-Quran. Dengan ayat (Al-Quran) itu aku seperti dapat “kekuatan“ lebih. Hati jadi tenang, tidak tegang. Jika aku tak melakukannya, perasaanku serasa tak nyaman, ada yang kurang,” ujar Oezil kepada Express, harian Jerman yang terbit di Koln.



Pemain yang membawa timnas Jerman U-21 sebagai juara Eropa 2009 itu juga mengaku sewaktu masih berada di kamar ganti dia tak henti memanjatkan doa. Tak cukup disitu, sesaat sebelum peluit kick off dibunyikan, Oezil pernah tertangkap kamera sedang menadahkan tangannya sambil komat kamit bermohon kepada Allah.



“Aku berdoa bagi diriku sendiri, bagi semua anggota tim agar diberikan kesehatan dan dimudahkan untuk bisa meraih sukses. Masalah nasionalisme jangan diperdebatkan lagi.Aku sudah cukup bangga dengan mendengarkan lagu kebangsaan Jerman,“ tegas pemain berusia 22 tahun yang berposisi sebagai pengatur serangan di lini tengah.


Pemain yang mengidolakan Zinedine Zidane dan saat ini main bersama Werder Bremen, juga mengharamkan daging babi. Sebagai catatan, di Jerman babi adalah makanan harian, seperti daging lembu atau kambing di tempat kita. Kehidupan Mesut Oezil memang banyak dipengaruhi oleh keluarga ayahnya yang asli Turki.


Bagi orang Jerman sendiri, agama adalah masalah pribadi. Umumnya tak berani mengusik terlalu jauh perihal keyakinan seseorang. Anggapan mereka, tiap orang punya ruang privasi dan cara sendiri dalam mengungkapkannya. Namun, bagi sebagian yang belum paham, tentu saja apa yang dilakukan Oezil sebagai hal yang tak biasa atau asing.


Kebiasaan Oezil, yang tak umum di mata orang Jerman itu, pertama kali terkuak tatkala dia melakoni debut bersama tim Panser di pertandingan persahabatan melawan Afrika Selatan 5 September 2009 silam. Kala itu Oezil yang dipercaya memegang ban kapten mencetak sebuah gol.



Idola baru Jerman

Di Jerman sontak figur Mesut Oezil jadi pembicaraan hangat. Media dan pengamat bola tak henti mengulasnya. Bahkan dia diidolakan anak-anak muda, terutama Turki. Oezil jadi kebanggaan, karena belum pernah ada sebelumnya dalam sejarah sepakbola Jerman ada orang Turki yang diberi peran lebih.


Franz Joseph Wagner, kolumnis harian terkemuka Jerman Bild, menulis dalam kolomnya:“Siapa yang tak bangga dengan Oezil, bintang muda kesebelasan nasional. Ayahnya Turki dan ibu Jerman. Dibesarkan di Gelsenkirchen. Bukankah ini impian kita, melihat masa depan Jerman?“


“Unser Messi ist Özil, (Messi kami adalah Oezil)” kata Horst Hrubesch, mantan punggawa Jerman kala menjuarai Piala Eropa 1980 dan Juara kedua PD 1982, dalam satu wawancara dengan Bild. Mesut Oezil sendiri merupakan mantan anak didik Hrubesh di timnas junior U-21. Nah kabarnya ada sebagian warga Turki yang menanyakan kenapa Oziel tak memperkuat timnas Turki saja, tanah leluhurnya.



”Saya sudah 40 tahun tinggal dan bekerja di Jerman. Oezil lahir dan besar di sini. Jerman adalah tanah air kedua bagi kami. Ada memang yang kecewa, kenapa tidak main untuk Turki yang negeri leluhurnya. Saking banyaknya yang tanya, dia pernah sampai harus memblok home page-nya,“ ujar Mustafa, ayahanda Mesut Oezil seperti dikutip Express. “Mesut dalam bahasa Turki artinya “beruntung,“ imbuh Mustafa. Semoga begitu adanya. Well, kini siapkan jantung Anda untuk laga panas nanti malam. Selamat menonton!
Slowakia dapat kiriman dari syurga

Setelah Perancis, kini giliran sang juara bertahan Italia harus angkat koper lebih awal. Pentas Piala Dunia 2010 Afsel memang penuh intrik dan kejutan tak terduga. Coba lihat, Perancis dan Italia yang notabene adalah tim finalis Piala Dunia 2006 Jerman gagal melaju ke babak knock out dan bahkan di fase grup terbenam di posisi juru kunci.

Nasib paling naas nan dramatis dialami Italia. Datang ke Afsel dengan status juara bertahan justru tersingkir di fase grup usai berkejar-kejaran angka dengan Slowakia di laga pamungkas kemarin malam yang berakhir 3-2 untuk Slowakia. Rakyat Slowakia pun bersorak dan Italia menangis. Tak pelak, keesokan harinya media di Afsel pun dipenuhi berita kekalahan tim Azzuri.
“Slowakia dapat kiriman dari syurga,” demikian berita utama surat kabar terkemuka Afsel, Mail and Guardian. “Nikmati sepakbola, mari rayakan. Ini hadiah untuk fans kami semua,” ujar Vladimir Weiss, pelatih Slowakia dalam pesan ringkasnya kepada para supporter dan dikutip harian yang terbit di Johannesburg itu. Masih dalam ulasannya, Mail and Guardian mengungkapkan pernyataan ketua federasi sepakbola Slowakia, Frantisek Laurinec.
"Saya minta para wartawan dan seluruh media Slowakia, marilah harmonis kembali. Kita mulai lagi dari awal, mari jalin kebersamaan. Saya akan bilang Vladimir Weiss dan para pemainnya untuk menormalkan kembali keadaan,” ujar Laurinec. "Ini momen luar biasa bagi sepakbola Slowakia,” imbuh Laurinec. Apa pasal Laurinec sampai berkata begitu?
Rupanya hal ini dipicu oleh kejadian saat konferensi pers seusai Slowakia dikalahkan Paraguay 0-2, hari Minggu lalu (20/6) . Saat itu, Vladimir Weiss naik pitam tatkala seorang wartawan Slowakia menyindir taktik Weiss yang dinilai tak ampuh di turnamen sekaliber Piala Dunia. Weiss, yang merasa terhina di depan orang ramai, mengancam bakal menyerang si wartawan. Untung saja tak jadi, karena Weiss buru-buru ngacir dari ruang konferensi pers.
Kontan saja hal itu memantik polemik. Asosiasi wartawan Slowakia sampai mengeluarkan pernyataan yang meminta Weiss untuk bijak dalam menanggapi media. Sejak itu hubungan Weiss dengan wartawan mulai dingin. Kemenangan atas Italia yang mengantarkan Slowakia melaju ke babak 16 besar, diyakini akan meleburkan hubungan yang sempat retak itu.

Koran terkemuka Afsel Cape Times juga menempatkan berita kekalahan Italia sebagai headline dengan judul: “Slovakia humiliate World Champs” (Slowakia permalukan sang juara bertahan). Harian yang terbit di Cape Town itu mengulas perjalanan Italia yang terseok-seok selama PD 2010 dengan penampilan yang tidak mengesankan sebagai sebuah tim juara dunia. Disebut juga, Azzurri yang peringkat 5 dunia dibenam oleh tim berperingkat 34 dunia. 90 menit yang mengejutkan. Demikian Cape Times edisi Jumat (25/6).
Tak kalah hebohnya di Slowakia, media-media disana dikabarkan penuh oleh berita kemenangan timnas mereka. Novy Cas, salah satu harian terkemuka di Slowakia menulis judul besar “Gol-gol indah dan Italia hancur”. Dalam ulasannya, Novy Cas menyebut “mimpi telah jadi kenyataan.” Pemain Slowakia tampilkan penampilan memikat dengan membekuk sang juara bertahan Italia dan mengirim mereka pulang kampung untuk menikmati libur lebih cepat.
“Historic Slovak victory at World Cup 2010” (Kemenangan bersejarah Slowakia di Piala Dunia 2010) tulis Slovak Spectator, harian beroplah besar lainnya yang terbit di Bratislava , ibukota Slowakia.
Sementara itu Pravda, salah satu surat kabar berpengaruh di Bratislava , menampilkan foto ukuran besar dimana ratusan ribu warga Slowakia menyemut di alun-alun kota Bratislava . Digambarkan Pravda, fans Slowakia dengan kaos kebesaran timnas dan bendera kebangsaan plus syal warna biru tak henti-henti meneriakkan yel-yel kemenangan dalam bahasa Slowak. Lagu kebangsaan pun mengumandang. “Fantastis! Slowakia bisa kalahkan Italia!,” tutup Pravda, masih dalam nuansa euphoria.
Ya Slowakia memang fantastis. Betapa tidak, negara yang dulunya bernama Cekoslowakia itu baru jadi anggota FIFA tahun 1993. Pertandingan internasional pertama mereka setelah merdeka adalah melawan Uni Emirat Arab tahun 1994 di Dubai. Dan, menariknya lagi, ini adalah piala dunia pertama bagi mereka. Bukan main.
Fenomena tumbangnya tim unggulan
Begitulah. Piala Dunia 2010 Afsel memang sarat misteri dan penuh dengan kejutan. Banyak hal yang tak terduga terjadi. Pendukung tim unggulan pun musti menarik nafas panjang. Bahkan banyak yang harus menelan kekecewaan dengan hasil akhir pertandingan. Banyak tim unggulan yang jadi korban tim kecil. Kali ini, dua tim besar Italia dan Prancis telah menjadi korban fenomena mistis Afsel tersebut. Yunani yang mantan kampiun Euro 2004, juga angkat koper. Lalu, tim dinamit Denmark yang eks juara Euro 92 juga kalah kelas dengan Jepang. Jauh sebelumnya, di awal laga fase grup, Spanyol, Inggris bahkan keteteran dari lawan-lawannya. Belum lagi Jerman yang sempat memble di tangan Serbia . Data terkini, Korsel, Jepang , Ghana , Slowakia yang dianggap mewakili “tim lemah” justru mulus melaju. Ada apa ini? Apakah kualitas Piala Dunia telah menurun?
“Bukan, sama sekali turnamen ini tidak menurun kualitasnya. Akan tetapi peta kekuatan sepakbola saat ini telah merata. Sekarang tidak ada lagi yang namanya tim kuat dan tim lemah. Di fase grup jelas terlihat, tak ada tim yang benar-benar dominan atas tim lainnya,” tukas eks maestro Ayam Jantan Prancis, Zinedine Zidane kala ditanya perihal fenomena tumbangnya tim-tim unggulan di Piala Dunia 2010. Hal itu diungkapkan Zidane dalam satu konferensi pers di Sandton Convention Centre, Johannesburg, Senin (21/6) lalu. Apa yang dikatakan Zidane mungkin ada benarnya. Tim-tim yang selama ini jadi makanan empuk tim-tim besar sudah banyak belajar dari ketertinggalannya. Konon lagi jika dikaitkan dengan makin banyak pemain-pemain dari negeri mereka yang merumput di liga-liga elit Eropa. Jadi, siapa yang bakal jadi korban berikutnya? Patut ditunggu.

Thursday, June 24, 2010

Perancis berduka, Irlandia tertawa



Perihal angkat kopernya Perancis dari Piala Dunia Afsel rupanya memantik koran-koran di Irlandia untuk menurunkannya sebagai berita utama. Seperti diekspos oleh dua harian berpengaruh di Afsel, yakni Business Day dan Sport24 yang terbit di Johannesburg, bahwa hampir semua koran di Irlandia seakan bersepakat menyebut gagalnya Tim Ayam Jantan Perancis sebagai “Hari Penghakiman” untuk Perancis. Kenapa media Irlandia malah tertawa di atas duka yang sedang dialami Perancis?


Semua bermula pada 19 Oktober 2009 silam saat Perancis lolos dari lobang jarum babak play-off Piala Dunia 2010 dengan menang kontroversial dari Irlandia. Kontroversial, karena gol tunggal Prancis itu dicetak setelah didahului oleh hands ball Thierry Henry. Dari tayang ulang, sangat jelas terlihat kalau bola dibelokkan Henry dengan tangannya, lalu mengoper ke Gallas yang tinggal mendorong sedikit ke gawang Irlandia. Rakyat Irlandia pun meradang.


Begitulah, Prancis berangkat ke Afsel dengan tiket “haram” yang dicuri dari saku Irlandia. Mungkin, karena dicapai dengan cara tidak elegan itu selama berada di negeri Nelson Mandela, Prancis terus didera konflik tiada henti. Konflik internal adalah yang sangat kentara, tinggal menunggu bom waktu saja. Dan, kemelut meledak Sabtu pekan lalu saat striker Nicolas Anelka diusir dari timnas Prancis karena melontarkan kata-kata 'tidak pantas' ke Raimond Domenecg, sang pelatih.


Tak pelak, kini koran-koran di Irlandia pun “bersuka ria” atas gagalnya Perancis melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2010. Mereka seakan bersepakat untuk menurunkan berita itu sebagai berita utama di halaman depan. Tentu saja, ”gol tangan Tuhan” Henry di Stade de France diungkit-ungkit lagi, kendati Henry sendiri telah minta maaf kepada publik Irlandia. ”Hari Penghakiman” tulis harian terkemuka Irlandia Examiner. Koran itu menyebut bahwa kekalahan Perancis atas Afrika Selatan (2-1) dengan memelesetkan Tour de France menjadi ”end of Tour de Farce” (akhir dari lelucon Perancis).


Harian yang terbit di Dublin –ibukota Irlandia- itu masih mengungkit gol Henry tujuh bulan silam dengan mengutip istilah dalam bahasa Perancis "Le Hand of Dieu" atau tragedi tangan Tuhan. Perancis berangkat ke Afsel dengan tiket ”haram” hasil ”penipuan” Henry. Demikian Irish Examiner.


Sementara itu harian terkemuka lainnya, Times menulis "France's nightmare World Cup finally ends with inglorious exit". Mimpi buruk Perancis di Piala Dunia berakhir dengan memalukan, begitu kira-kira artinya.


Times terus memojokkan Prancis dengan kata-kata pedas. "Ini boleh dicatat sebagai Tahun Duka Perancis. Kemarin di Bloemfontein, pelaku kejahatan telah mendapat hukuman setimpal," ulas Times dalam headline-nya.


"Au revoir!" (selamat tinggal!) tulis harian Independent dihalaman utamanya. "Maafkan kami yang tertawa atas duka Les Blues, tapi ini semua gara-gara kalian sendiri. Barangkali ini hukum karma atau kutukan atau apapun namanya. Tapi yang pasti tim yang telah menipu kami hari ini pulang kampung dengan penuh kehinaan,” tambah Independent lagi. "Kami sebenarnya ber-empati dengan hari buruk yang dialami mereka. Namun orang-orang Irlandia tak bisa menyembunyikan rasa senangnya," tutup Independent.


Menariknya, seperti dicatat media Afsel Timeslive, di Paris warga Prancis malah mengelu-elukan kemenangan tim Bafana. Arena nobar di dekat Menara Eiffel berubah jadi pesta untuk Afsel. Bahkan ketika Goucuff dapat kartu merah, disambut dengan sorakan gembira. Kentara sekali kalau suporter Prancis sudah muak dengan lelucon timnas mereka, tulis Timeslive.



Begitulah. Kegagalan ini mirip dengan Piala Dunia 2002 di Jepang-Korea. Kala itu Prancis juga angkat kaki lebih cepat setelah jadi juru kunci. Lagi-lagi masalah internal yang jadi biang keroknya.
Negara tetangga pun kecipratan rezeki

Sektor pariwisata diprediksi menangguk untung besar dari pagelaran Piala Dunia ini. Tak hanya Afsel, negara tetangga negeri pelangi itu juga mendapat berkah selama Piala Dunia. Alhasil, negara-negara tetangga itu pun bersolek secantik-cantiknya guna memikat para turis mancanegara yang berkunjung ke Afsel. Diperkirakan, selepas turnamen empat tahunan itu, maka tetangga Afsel tersebut bakal menerima limpahan ratusan ribu turis mancanegara.

Seperti dikutip Buanews, negara tetangga itu yakni Angola, Botswana, Lesotho, Mozambik, Namibia, Swaziland, Zambia dan Zimbabwe memanfaatkan even Piala Dunia, yang entah kapan bakal digelar lagi di tanah Afrika, untuk menambah pundi-pundi devisa negaranya. Botswana misalnya, menonjolkan kelebihan taman dan hutan, Mozambik dengan lautnya, Swaziland dengan pegunungan berbukit nan curam. Lalu ada arung jeram di Zambia. Sangat cocok bagi petualang.

Kedelapan negara jiran itu pun menjalin kerjasama dan membentuk secara kolektif dengan apa yang dinamakan Transfrontier Conservation Areas (TFCAs) atau kawasan konservasi antar perbatasan. Rute TFCA ini menawarkan sejumlah lokasi yang bakal tak terlupakan. Melintasi dua samudra besar, untaian panorama yang indah dihiasi aliran sungai, pegunungan hijau dengan beraneka macam keaneragaman hayatinya plus jurang dalam menganga. Semua rute itu dilintasi mengunakan kereta api yang menghubungkan kedelapan negara tersebut dengan Afsel.

Beberapa bentuk kerjasama yang telah dijalin oleh para petinggi disana antara lain peremajaan fasilitas akomodasi dan penginapan, lalu dana stimulus atau peng repe tiap negara juga masuk dalam kerangka kerjasama. Misalnya, Mozambik mengeluarkan sejumlah 51 juta dolar untuk merehab jalur kereta api dari dan ke Afsel untuk memperlancar jaringan kereta api antar negara. Mozambik juga telah menginvestasikan sekitar 600 juta dolar untuk membangun hotel baru, kasino dan fasilitas wisata lainnya.
Yang fenomenal adalah kerjasama dibidang IT dengan terbangunnya jaringan terpadu Africa’s Development Information and Communications Technology Broadband Infrastructure Net (Uhurunet). Investasi jaringan kabel bawah laut sebesar 2 milyar dolar itu menghubungan Afrika dengan India, Timur Tengah, Eropa dan Brazil. Kabel sepanjang 50.000 km itu tentu saja mampu mereduksi biaya telekomunikasi di Afrika. Selama perhelatan Piala Dunia 2010 ini jaringan tersebut telah beroperasi.


Lokasi wisata di-booking
Menariknya, Taman Nasional Zimbabwe yang terhubung dengan 11 negara Afrika lainnya, bahkan kabarnya telah di-booking oleh para turis jauh-jauh hari sebelum Piala Dunia. Emmanuel Fundira, Ketua Badan Pariwisata Nasional Zimbabwe, menyebut lokasi yang banyak diminati adalah taman hutan tropis terkenal Mana Pools. Lalu, air terjun Victoria Falls yang memiliki lebar sejauh 1,7 km dan dikelilingi oleh sungai Zambezi itu juga banyak diincar para turis. Di lokasi air terjun telah pula didirikan bungalow-bungalow kecil, sekilas mirip arena perkemahan. Selain itu, tentu saja taman safari Zimbabwe yang menawarkan aneka satwa liar.


"Selepas turnamen bola di Afsel, kami yakin akan menerima limpahan ribuan turis. Ini dibuktikan oleh banyaknya lokasi wisata yang telah dipesan sejak sebulan lalu. Apalagi kini telah ada penerbangan langsung dari Afsel," kata Fundira seperti dikutip situs Great Indaba.


Sementara itu Mozambik baru saja menerapkan aturan baru soal visa. Dengan visa masuk Mozambik, maka para turis sudah dapat mengunjungi enam negara Afrika tetangga lainnya tanpa harus mengurus visa baru.
"Orang Eropa dan Amerika banyak yang tidak tahu tentang Mozambik. Karena itu, dengan adanya Piala Dunia Juni-Juli ini kami sangat terbantu. Saya kira Mozambik akan jadi salah satu tujuan wisata selepas Piala Dunia," kata Muhammad Juma, seorang pelaku usaha pariwisata di Maputo, ibukota Mozambik yakin.

Halnya negara Swaziland, tahun lalu mampu menarik sekitar 1,3 juta turis mancanegara. Naik 13,3 persen dari tahun 2008. Tahun ini tentu saja bakal naik lagi. Seperti negara lainnya, taman safari dengan segala jenis satwa liar dan langka bakal jadi andalan. "Kami sudah siap. Hanya saja, di tempat kami, hewan ternak masih sering berkeliaran di jalanan. Ini yang bikin pusing. Mudah-mudahan segera ada solusinya," kata Eric Mazeko, ketua otoritas pariwisata setempat.

Sementara Zambia , negara itu menawarkan lokasi arung jeram karena memiliki sungai-sungai berarus deras. Menikmati panorama dari udara menggunakan helikopter juga salah satu tawaran menarik lainya. Begitulah, istilah dimana ada gula disitu ada semut tampaknya mengena untuk Piala Dunia Afsel.